Alibaba Telah Menutup Aplikasi Siaran Musik Langsung

Alibaba Telah Menutup Aplikasi Siaran Musik Langsung

Alibaba Telah Menutup Aplikasi Siaran Musik Langsung – Alibaba Group Holding Limited adalah konglomerat multinasional Tiongkok yang memiliki spesialisasi dalam e-commerce, ritel, Internet, kecerdasan buatan, dan teknologi. Alibaba mengumumkan akan menutup aplikasi streaming musiknya, Xiami Music, bulan depan.

Aplikasi Xiami Music adalah media yang bagus untuk mendengarkan musik online. Walaupun didesain untuk pasar Tiongkok, aplikasi ini juga menyediakan banyak musik dari negara lain. “Xiami Music akan ditutup pada 5 Februari karena penyesuaian dalam pengembangan bisnis,” kata perusahaan mengumumkan, Dilansir dari  Aplikasi Live22 sebagaimana dilaporkan CNN, pada Selasa (5/1/2021).

Langkah tersebut menjadi tanda bahwa perusahaan kini akan mengakhiri ambisi besarnya atas musik.

1. Xiami Music dibeli Alibaba pada 2013

Xiami Music merupakan platform yang didirikan pada 2006, dan dibeli oleh Alibaba pada 2013 saat perusahaan yang didirikan Jack Ma tersebut berusaha untuk meningkatkan penawaran musiknya.

Di bawah divisi musiknya, Ali Music, perusahaan memiliki dua aplikasi streaming musik, yakni Xiami dan Ali Planet. Namun Ali Planet telah ditutup pada akhir 2016.

2. Alibaba mendapat tantangan regulasi akibat pelanggaran hak cipta musik
Seorang pria membawa bendera China dari sebuah rumah di seberang Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Chengdu, provinsi Sichuan, China, Minggu (26/7/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter)

Pada saat baru menembus industri musik, Alibaba langsung menghadapi tantangan regulasi. Pada Juli 2015, Tiongkok mulai menindak pelanggaran hak cipta musik. Kampanye tersebut berdampak pada berbagai platform musik termasuk Ali Music.

Selama periode tiga minggu musim panas itu, layanan streaming musik di Tiongkok menghapus lebih dari dua juta lagu tidak sah dari situs web dan aplikasi mereka, menurut Administrasi Hak Cipta Nasional, regulator hak cipta teratas Tiongkok. Ali Music sendiri menghapus sekitar 26.000 lagu dari aplikasinya, menurut laporan People’s Daily.

3. Persaingan sengit dengan platform musik lainnya

Selain menghadapi tantangan regulasi, persaingan yang dihadapi perusahaan juga sengit. Pada 2016, perusahaan game dan hiburan Tiongkok Tencent mendirikan divisi hiburan musiknya sendiri. Divisi itu telah mendominasi pasar dengan platform streaming populer Kugou Music, QQ Music dan Kuwo Music.

Ketiga platform tersebut memiliki gabungan 430 juta pengguna aktif bulanan, menurut data yang dikumpulkan oleh MobTech, sebuah perusahaan riset Tiongkok. Sebagai perbandingan, Xiami Music memiliki kurang dari 7 juta pengguna aktif bulanan.

Untuk menopang bisnis ini, pada 2019 Alibaba membeli saham minoritas di NetEase Cloud Music seharga 700 juta dolar AS.

NetEase Cloud Music memiliki 99 juta pengguna pada saat itu, menurut MobTech, namun itu masih tertinggal jauh dari platform Tencent mana pun.

4. Jack Ma menghilang

Kabar penutupan aplikasi streaming musik ini diumumkan di saat pendiri Alibaba dan orang terkaya Tiongkok, Jack Ma, dikabarkan telah menghilang dari hadapan publik selama dua bulan terakhir. Kabar itu makin menarik perhatian publik setelah pria kelahiran 10 September 1964 itu absen dari acara pencarian bakatnya, Africa’s Business Heroes.

Di media sosial, MA terakhir kali membuat postingan di Twitter pada 10 Oktober 2020. Sementara di halaman Weibo-nya, postingan terakhirnya dibuat pada pada 17 Oktober 2020.

Menurut Mothership, pada Agustus lalu Ma pernah men-tweet tentang “Africa’s Business Heroes”. Ia mengatakan bahwa dia tidak sabar untuk bertemu dengan finalis dari pertunjukan tersebut.