Inilah Para Girl Group KPop Generasi 3 yang Kini Sudah Bubar

Inilah Para Girl Group KPop Generasi 3 yang Kini Sudah Bubar

Inilah Para Girl Group KPop Generasi 3 yang Kini Sudah Bubar – K-pop, (singkatan dari Korean pop; Korea: 케이팝) adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan . Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara.

Saat ini, industri musik KPop sudah memasuki generasinya yang ke-4. Makin bersinar, generasi KPop kali ini mampu bersaing hingga ke kancah musik internasional, bahkan Hollywood. Hal ini tak lepas dari peran para idol group yang menancapkan pondasi yang sangat kuat di generasi-generasi sebelumnya. Seperti para girl group di generasi ketiga misalnya.

Sukses berkarier sebagai girl group generasi ketiga, sayangnya 5 girl group ini kini sudah membubarkan diri walaupun memiliki banyak sekali penggemar. Berbagai alasan dan faktor membuat sederet girl group ini tak lagi berkarya di dalam satu grup seperti sebelumnya.

1. I.O.I
5 Girl Group KPop Generasi 3 Ini Bubar Meski Punya Banyak Fans

I.O.I terbentuk dari ajang survival Produce 101 pada tahun 2016 silam. Sejak debut, I.O.I suskes menarik perhatian para KPopers. Visual serta bakat para 11 member I.O.I membuat mereka langsung populer sejak debut. Sayangnya, mereka hanya dikontrak satu tahun dan bubar pada tahun 2017.

Selama debut, I.O.I merilis lagu-lagu hits seperti ‘Whatta Man’ dan ‘Very Very Very’. Setelah I.O.I bubar, para membernya banyak yang debut dengan agensi lain sebagai solois hingga aktris.

2. Gugudan
5 Girl Group KPop Generasi 3 Ini Bubar Meski Punya Banyak Fans

Dua member Gugudan, Mina dan Sejeong dulunya adalah member I.O.I. Setelah I.O.I bubar, mereka bergabung dengan Gugudan yang debut di tahun 2016 silam. Gugudan merilis lagu-lagu hits dan unik seperti ‘A Girl Like Me’ dan ‘The Boots’ selama berkareir. Sayangnya mereka mulai jarang comeback sejak tahun 2018.

Di akhir tahun 2020 lalu, agensi mendadak mengumumkan bahwa Gugudan resmi bubar. Hal itu membuat para fans marah karena pembubaran tersebut terkesan mendadak. Fans menuduh Jellyfish Entertainment selaku agensi Gugudan tak mempromosikan artisnya dengan baik.

3. Pristin
5 Girl Group KPop Generasi 3 Ini Bubar Meski Punya Banyak Fans

Pristin debut pada tahun 2017. Grup asuhan Pledis Entertainment itu terdiri dari 11 member. Pristin debut dengan lagu ‘WEE WOO’ yang segera sukses menarik perhatian karena bakat para member dan lagunya yang catchy.

Setelah mendebutkan sub-unit di tahun 2018, Pristin tak kunjung comeback dengan full member. Akhirnya agensi membubarkan Pristin di tahun 2019 silam.

4. GFRIEND
5 Girl Group KPop Generasi 3 Ini Bubar Meski Punya Banyak Fans

GFRIEND debut di tahun 2015 dengan lagu ‘Glass Bead’. Mereka meraih popularitas semakin besar setelah merilis lagu ‘Me Gustas Tu’ di tahun yang sama.

Selama berkarier, GFRIEND menjadi salah satu girl group generasi 3 yang punya banyak fans. Tak jarang lagu-lagu mereka memborong piala kemenangan di acara musik mingguan.

Belum lama ini, GFRIEND mendadak bubar pada bulan Mei 2021. Keenam member kompak tak memperpanjang kontrak mereka dengan Source Music. Hingga kini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab bubarnya GFRIEND.

5. CLC
5 Girl Group KPop Generasi 3 Ini Bubar Meski Punya Banyak Fans

Terakhir ada grup CLC yang dikabarkan sudah bubar. Hal itu disampaikan langsung oleh salah satu membernya, Choi Yujin saat mengikuti ajang survival Girls Planet 999.

Yujin menangis dan mengatakan bahwa pada dasarnya CLC sudah bubar. Yujin juga menyebut bahwa agensi tak akan memberikan program dan aktivitas lagi kepada grup yang sudah debut di tahun 2015 itu.

“Perusahaan (CUBE Entertainment) mengatakan tim dibubarkan,” ucap Yujin sembari menangis saat diwawancara dalam acara Girls Planet 999.

Popularitas yang diraih grup KPop tak menjadi jaminan sebuah grup akan bertahan lama di industri musik. Perlakuan agensi terhadap artisnya juga menjadi faktor penting sebuah grup mampu bertahan atau tidak dalam derasnya arus industri musik Korea Selatan.

Pada tahun 1885-an muncul sebuah genre musik baru di Korea yang disebut changga, sebuah musik dengan alunan instrumental modern seperti gitar, drum, flute, dan lainnya. Musik tersebut merupakan musik adaptasi dari pop barat dan menggunakan lirik bahasa Korea, beberapa diantarannya adalah memang lagu barat yang diaransemen dan ditranslate ke bahasa Korea. Seperti “Oh My DarlingClementine” yang diaransemen dan ditranslate menjadi “Simcheongga“.