Lima Tragedi Pertunjukan Hewan yang Mewarnai Jalannya

Lima Tragedi Pertunjukan Hewan yang Mewarnai Jalannya

Lima Tragedi Pertunjukan Hewan yang Mewarnai Jalannya – Sebuah sirkus adalah sekelompok orang yang berkelana untuk menghibur penonton dengan atraksi akrobat, badut, binatang terlatih, aksi trapeze, berjalan di atas tali, juggling, sepeda roda satu, dan hiburan-hiburan lainnya. Dunia ini masih belum terbebas dari aksi pertunjukan hewan.

Sirkus tradisional biasanya beratraksi di dalam tenda besar dengan tempat duduk melingkar berbentuk oval di sekeliling ring utama. Meskipun cukup adil, di Indonesia sendiri topeng monyet memang sudah dilarang pertunjukannya. Namun, di beberapa negara, pertunjukan semacam itu masih ada, lho.

Bukan hanya itu, aksi pertunjukan mamalia dan bahkan hewan buas sekalipun masih dipertontonkan. Tak heran jika 5 tragedi ini mewarnai jalannya pertunjukan hewan tersebut. Apa dan bagaimana, ya terjadinya?

1. Seekor harimau seberat 380 pon
5 Tragedi Mencengangkan dalam Pertunjukan Hewan, Ada yang Miris!

Salah satu serangan harimau yang paling fenomenal di dunia terjadi pada Oktober 2003, ketika Roy Horn diserang oleh harimau seberat 380 pon bernama Mantecore selama pertunjukan di Las Vegas. Dilansir dari Today, penyelidikan gagal mengungkapkan alasan serangan itu bisa terjadi.

Harimau itu merusak arteri Roy, sehingga ia harus menderita stroke dan sebagian tubuhnya mengalami lumpuh. Serangan itu tidak hanya mengakhiri kariernya, tetapi juga produksi Siegfried dan Roy yang sudah berjalan lama.

2. Tilikum, si paus pembunuh
5 Tragedi Mencengangkan dalam Pertunjukan Hewan, Ada yang Miris!

Menurut ABC News, paus orca yang disebut Tilikum itu menarik pelatihnya yang bernama Brancheau ke kolam, dan membantingnya dengan keras dalam pertunjukan di Sea World.  Otopsi menjelaskan bahwa dia meninggal karena kombinasi trauma benda tumpul di kepala, leher, dan dada, ditambah lagi kehabisan napas karena tenggelam. Serangan itu terjadi selama pertunjukan.

Tilikum memang digambarkan sebagai hewan yang sulit dikendalikan, dan hanya beberapa pelatih saja yang bisa menanganinya. Setelah kematian Brancheau, CNN menayangkan film dokumenter berjudul “Blackfish,” yang menceritakan kembali kisah mengerikan tersebut.

Meskipun digadang-gadang menjadi dalang dari tragedi ini, Sea World memang mendanai program penyelamatan dan rehabilitasi utama untuk kehidupan laut, dan merupakan kontributor utama bagi program penelitian dan konservasi kelautan.

3. The Snake King yang mati ditangan ular kobranya sendiri
5 Tragedi Mencengangkan dalam Pertunjukan Hewan, Ada yang Miris!

Ali Khan Samsudin, seorang warga Malaysia yang memiliki julukan “The Snake King,” melakukan atraksi berbahaya bersama ular. Dia bahkan pernah mengunci diri di kamar selama berhari-hari dengan ular dan kalajengking.

Pada tahun 2006 salah satu ular kobranya menggigit dirinya, namun itu bukanlah gigitan pertamanya (sebenarnya dia telah digigit hampir 100 kali). Namun gigitan ular terakhirnya ini membuatnya sakit setelah dua hari tergigit. Dia pun dilarikan ke rumah sakit, dan kemudian meninggal sebelum diberikan antivenin.

4. Circus of the Scars

Pada tahun 1987 ada acara televisi sirkus tahunan yang disebut Circus of the Stars yang berjalan selama 17 tahun dan menampilkan selebriti seperti Whoopi Goldberg dan William Shatner.

Pertunjukan itu menampilkan para pemain, bukan pelatih binatang, jadi tidak mengejutkan dong ya kalau ada insiden dan serangan yang kadang terjadi. Menurut LA Times, penari Juliet Prowse digigit macan tutul seberat 80 pon, namun itu bukan sekali saja ia digigit, tapi sudah dua kali. Gigitan pertama menyerang di arteri karotisnya, dan gigitan kedua hanya meninggalkan luka ringan.

5. Monyet yang menyerang pelatihnya dengan tae kwon do
5 Tragedi Mencengangkan dalam Pertunjukan Hewan, Ada yang Miris!

Terlepas dari kengerian hewan sirkus yang telah kita ulas sebelumnya, yang satu ini sebenarnya cukup lucu karena tidak melibatkan kematian, namun seekor monyet yang dapat melakukan tae kwon do.

Pada tahun 2009, Telegraph menceritakan tentang seorang pria bernama Lo Wung yang berusia 42 tahun bersama rombongan monyet terlatihnya, tampil di luar pusat perbelanjaan di Tiongkok. Seperti pelatih binatang lainnya, saat itu Lo tergelincir dan para monyet menendang kepalanya dan meninju wajahnya.