Seniman yang Berani menuntut kebebasan berpendapat di Kuba

Seniman yang Berani menuntut kebebasan berpendapat di Kuba

Seniman yang Berani menuntut kebebasan berpendapat di Kuba – Kuba secara resmi disebut Republik Kuba adalah negara berdaulat yang terdiri dari pulau Kuba, dan Isla de la Juventud serta beberapa kepulauan kecil. Kuba terletak di Karibia utara pada pertemuan Laut Karibia, Teluk Meksiko dan Samudra Atlantik. Kuba adalah selatan dari Florida dan Bahama, barat dari Haiti dan timur  Meksiko.

Havana adalah kota terbesar dan modal; kota-kota besar lainnya termasuk Santiago de Cuba dan Camagüey. Kuba adalah pulau terbesar di Karibia, dan kedua-terpadat setelah Hispaniola, dengan lebih dari 11 juta penduduk. Kuba adalah Negara satu-partai Marxisme–Leninisme, di mana peran Partai Komunis diabadikan dalam Konstitusi. Pengamat independen menuduh pemerintah Kuba melakukan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penjara sewenang-wenang dan penyiksaan.

Seorang aktivis oposisi dan seniman Kuba bernama Luis Manuel Otero Alcantara akhirnya dibebaskan setelah Login IDNPlay Poker dirawat di sebuah rumah sakit di Havana. Ia mendapatkan perawatan setelah mengikuti aksi mogok makan demi menuntut kebebasan berpendapat di Kuba. Bahkan setelah dibebaskan dari rumah sakit, ia masih berencana untuk kembali memperjuangkan kebebasan berpendapat dan berekspresi di Kuba untuk melawan rezim otoriter di negara Komunis tersebut.

1. Otoritas Kuba menyebut Otero Alcantara sudah pulih

Pada hari Senin (31/05/2021) seorang aktivis oposisi dan seniman bernama Luis Manuel Otero Alcantara akhirnya diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit Universitas Jenderal Calixto García di Havana. Pemimpin Pergerakan San Isidro (MSI) tersebut telah dirawat di rumah sakit selama empat minggu usai melakoni aksi mogok makan.

Menurut pihak medis dari Rumah Sakit Universitas Jenderal Calixto García mengatakan bahwa Otero Alcantara sudah mendapatkan perawatan terbaik dan memutuskan untuk memperbolehkannya pulang, setelah perawatan multidisiplin diterima dan akan segera pulih sepenuhnya, dilansir dari On Cuba News.

2. Mendapat ketidakadilan saat dirawat di rumah sakit

Dikutip dari DW, Otero Alcantara mengatakan jika selama 15 hari dirawat di rumah sakit, ia mendapatkan ketidakadilan terkait kabar kepulihannya. Bahkan ketika diopname di rumah sakit, lampu kamarnya harus dinyalakan selama 24 jam dan terdapat tiga penjaga yang menjaganya agar tak keluar dari ruangan serta tidak diperkenankan membawa ponsel.

Meskipun begitu, Otero Alcantara juga mengucapkan terima kasih kepada pekerja kesehatan yang menanganinya. Sementara itu, pihak otoritas kesehatan di Kuba juga sempat mengunggah video yang menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat saat awal perawatannya.

3. MSI menyebut Otero Alcantara dibawa secara paksa ke rumah sakit
Seniman Oposisi Kuba Diperbolehkan Keluar dari RS

Otero Alcantara beserta beberapa aktivis pro demokrasi sempat melakukan aksi protes dengan mogok makan selama delapan hari. Namun pihak MSI mengklaim bahwa Otero Alcantara dibawa ke rumah sakit secara paksa dan pihak kesehatan Kuba memberikan informasi yang membingungkan terkait kondisinya.

Bahkan dalam bentuk solidaritas, sebanyak 20 seniman di Kuba meminta bahwa hasil pekerjaannya di Museum Seni Rupa di Havana disembunyikan dari publik. Namun hal tersebut ditolak oleh pihak museum lantaran tidak sesuai kepentingan publik, dilansir dari laman France24.

Sebelumnya Otero Alcantara yang menjadi pemimpin dari gerakan MSI untuk mengumpulkan seniman dan kaum intelektual demi mendorong kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia. Namun Pemerintah Komunis Kuba menyebut bahwa pemrotes tersebut didukung dan didanai oleh Amerika Serikat.

Kuba adalah negara maju dengan ekonomi terencana yang didominasi oleh ekspor gula, tembakau, kopi dan tenaga kerja terampil. Menduduki peringkat tinggi di beberapa metrik kinerja nasional, termasuk perawatan kesehatan dan pendidikan.